Dalam rangka mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan nasional, mahasiswa Fakultas Pertanian UTM melakukan pendampingan kelompok tani dalam mendukung swasembada pangan di Kabupaten Lamongan.
Program swasembada pangan tersebut sangat realistis, karena masyarakat Indonesia memiliki lahan persawahan luas yang ditanamani padi. Namun, banyak generasi muda sekarang menolak untuk menjadi petani karena membutuhkan banyak tenaga dan kurang menguntungkan. Sehingga perlu adanya mekanisasi pertanian.
Kegiatan ini merupakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan melibatkan mahasiswa dan kelompok tani. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, produksi padi di Lamongan tahun ini mencapai 904.928 ton GKG (Gabah Kering Giling) dari luas panen 175.832 hektar.
Sehingga Lamongan merupakan penghasil padi terbesar di Jawa Timur pada tahun 2025. Sehingga perlu adanya pendampingan bagi kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Lamongan ujar Ramot, ketua kelompok KKN-Tematik Universitas Trunojoyo Madura.


