Home Pendidikan Pansel Sebut, Gelar Ph.D Belum Tentu Lulus Uji Tes Dewan Pendidikan

Pansel Sebut, Gelar Ph.D Belum Tentu Lulus Uji Tes Dewan Pendidikan

SHARE
Salah satu Peserta Pemilihan Calon Dewan Pendidikan Bangkalan saat mengikuti uji kompetensi di Kantor Dinas Pendidikan setempat (Foto:Pojoksuramadu.com)

POJOKSURAMADU.COM, Bangkalan – Sebanyak 63 calon anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Bangkalan periode 2020-2025 mengikuti seleksi kompetensi. Seleksi kompetensi dilaksanakan di Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, Senin (02/03/20).

Total peserta yang ikut ujian tersebut berjumlah 63 orang. 2 diantaranya merupakan lulusan Universitas luar negeri ternama, yakni, Ach. Fahruddin. SPI, MSI. Ph.D Hokkaido University Japan dan Buaddin Hasan M.Pd Guangzhou University China.

Ketua panitia seleksi pemilihan Dewan Pendidikan Bangkalan, Syafi’ mengatakan, setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk lolos dan terpilih menjadi dewan pendidikan Bangkalan. “Asal memenuhi kriteria, dan mempunyai kompetensi di bidang pendidikan,” katanya.

Baca Juga:  Tak Ingin Bebani Lembaga, Kadisdik Sampang Mengundurkan Diri

Dosen Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura itu menerangkan, kendati ada sejumlah peserta yang merupakan lulusan universitas luar Negeri ternama sekalipun, menurutnya tidak menjamin langsung bisa lolos. “Karena lulusan luar Negeri bukan syarat menjadi dewan pendidikan,” terangnya.

Menurut Syafi’, Setiap panitia seleksi memiliki penilaian yang berbeda, sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dimana, peserta akan berhadapan dengan tujuh dewan penguji sesuai kemampuannya di bidang pendidikan dengan sistem presentasi makalah yang sudah disusun oleh masing-masing peserta tersebut, sekaligus tes wawancara.

“Panselnya ada 7 orang, hari ini yang ikut tes ada 16 peserta, tes berlangsung dari tanggal 02-05 maret,” jelasnya.

Baca Juga:  Tetap Beraktivitas, Disdik Bangkalan Gelar Rapat Online Selama Wabah Corona

Ia menambahkan, untuk pengambilan jumlah peserta yang lolos dan akan diajukan ke Bupati, pihak belum bisa memastikan, apakah nantinya akan mengambil maksimal 22 atau 11 orang.

“Kalau nilainya bersaing ketat, maka bisa jadi kita ambil maksimal. Intinya kita tunggu seleksi selesai, nanti akan diplenokan, nama-nama pemilik nilai tertinggi, baru akan kami ajukan,” paparnya.

Pria berkumis tipis itu menjelaskan, indikator dalam penilaian seleksi kompetensi adalah kemampuan para peserta di bidang pendidikan, serta cara penyajian makalah. “Salah satunya itu, intinya yang punya kemampuan dibidang pendidikan,” pukas Syafi’. (zai/ah)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here