Bangkalan-Mahasiswa MBKM KWU kelompok 10 Universitas Trunojoyo Madura gelar sosialisasi mengenai pemanfaatan AI dalam kehidupan akademik Mahasiswa Universitas Trunojoyo. Kegiatan ini dilakukan di ruang fakultas pertanian UTM. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 29 Oktober 2025 pukul 15.00-16.30
Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan tinggi. Mahasiswa kini tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar mampu beradaptasi dengan transformasi digital yang terus berlangsung.
Dalam konteks tersebut, AI menjadi salah satu inovasi teknologi yang berperan besar dalam mendukung proses belajar, menulis, meneliti, dan berkreasi secara lebih efisien. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, AI juga menimbulkan tantangan baru seperti penurunan daya kritis, plagiarisme digital, serta ketergantungan berlebihan terhadap teknologi.
Melihat fenomena ini, mahasiswa MBKM KWU kelompok 10 UTM merasa perlu untuk mengadakan kegiatan sosialisasi yang tidak hanya memperkenalkan manfaat AI, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang penggunaan yang bijak, etis, dan produktif sesuai dengan nilai akademik yang dijunjung tinggi oleh civitas akademika UTM.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap pentingnya literasi digital, khususnya dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara etis dan produktif di lingkungan akademik. Sosialisasi ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dalam bagaimana AI dapat digunakan sebagai alat bantu dalam belajar, menulis, dan melakukan penelitian, tanpa mengurangi nilai orisinalitas dan daya pikir kritis.
Dalam pemaparan materinya, tim MBKM KWU menjelaskan bahwa AI kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan akademik, seperti dalam penggunaan ChatGPT untuk membantu meringkas teks, Canva AI untuk desain otomatis, hingga Copilot atau Notion AI untuk mendukung penelitian dan pengelolaan ide. Namun, mahasiswa juga diingatkan agar tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi tersebut, melainkan menjadikannya sebagai mitra belajar yang mendukung kreativitas dan efisiensi.
Selain mengenalkan manfaat AI, kegiatan ini juga menyoroti risiko penggunaannya tanpa kontrol, seperti menurunnya kemampuan berpikir kritis, ketergantungan teknologi, serta potensi plagiarisme digital. Oleh karena itu, mahasiswa dibekali dengan strategi penggunaan AI secara bijak, seperti selalu melakukan evaluasi hasil AI, mencantumkan sumber inspirasi, serta menjaga etika dalam dunia digital.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UTM diharapkan mampu menjadi pengguna AI yang cerdas dan bertanggung jawab, sehingga teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga mitra kolaboratif dalam meningkatkan produktivitas akademik di era digital.


