Home Berita Migas SKK Migas Pastikan Lapangan Sedayu dan Banyu Urip Hasilkan Tambahan Produksi

SKK Migas Pastikan Lapangan Sedayu dan Banyu Urip Hasilkan Tambahan Produksi

SHARE
Gambar Ilustrasi

POJOKSURAMADU.COM, Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiata Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan dua lapangan migas, yakni di Sedayu dan Banyuurip tambah produksi.

Produksi Sidayu yang dilakukan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT. Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL) akan onstream pada Agustus 2021. Sedangkan produksi di Lapangan Banyu Urip yang kelola ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL).

Kepala Divisi Pemboran SKK Migas, Surya Widiantoro menyebutkan, untuk kepastian penambahan produksi di sedayu didapat usai kerja ulang Re-entry Sumur Sidayu – 4V yang mendukung pelaksanaan proyek. Saat ini produksi minyak sedayu berada di angka  4.100 – 4.300 BOPD dan gas sebesar 2,07 MMSCFD.

“Hasil dari 2 lapisan Kujung yaitu K1Z2 dan K1Z3 yang diproduksikan secara commingle,” terang Surya.

Menurutnya, dari hasil test SKK Migas pada 15 Agustus 2021 lalu, pemboran mengindikasikan produksi yang lebih besar dari perkiraan awal. Atas hal itu, SKK Migas mengapresiasi kinerja  SIPL yang telah mengawal kegiatan dengan baik. Laju produksi hidrokarbon hasil stimulasi lapisan K1Z3 menunjukkan laju produksi hidrokarbon sebesar 3.016 BOPD dan 0,8 MMSCFD.

Untuk penambahan produksi di Banyuurip, kata Surya, Kegiatan perawatan sumur di Sumur B01 dan C02 yang berlokasi di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur ini dmenambah produksi hidrokarbon sebesar 8.000 BOPD. Pekerjaan perawatan sumur Gas Shut Off di Sumur B01 dan Acid Wash C02 merupakan bagian dari Plan of Development (POD) Lapangan Banyu Urip.

Baca Juga:  Rencana Pengelolaan PI KEI Oleh PD Sumekar Disoal

“Pekerjaan perawatan sumur Gas Shut Off di Sumur B01 dilakukan selama 21 (dua puluh satu) hari dimulai sejak tanggal 11 Juni 2021 sampai dengan 1 Juli 2021,” ujarnya.

Untuk Prinsip kerja Gas Shut Off dengan mengurangi rasio produksi gas dan menutup zona gas menggunakan casing patch. Menurunnya gas terproduksi dapat mengoptimalkan produksi minyak maupun kapasitas fasilitas produksi. Dari hasil tes saat ini sebesar 10.000 BOPD dan 4 MMSCFD.

“Semuanya mengalami penambahan produksi,” tegas Surya.

Untuk diketahui, sebagaimana pernyatan SKK Migas dalam keterangan rilisnya menyatakan, lapangan Sidayu berlokasi sekitar 4 km dari lapangan utama Blok Pangkah di Ujung Pangkah, Jawa Timur. Pekerjaan kerja ulang Sumur Sidayu – 4V merupakan bagian dari Plan of Development (POD) Lapangan Sidayu yang disetujui SKK Migas pada tanggal 20 Oktober 2017 dan menjadi salah satu dari 12 proyek yang dicanangkan SKK Migas untuk onstream di tahun 2021.

Pekerjaan kerja ulang Sumur Sidayu – 4V rencananya dilakukan selama 37 (tiga puluh tujuh) hari dimulai sejak tanggal 13 Juli 2021 dan hingga saat ini masih berlangsung. Saat ini SIPL sedang melakukan tes produksi setelah selesai melakukan stimulasi pada lapisan K1Z3 untuk meningkatkan performa produksi. Mengalirnya minyak dari sumur Sidayu – 4V merupakan first oil pada Lapangan Sidayu tersebut.

Baca Juga:  Bupati Ra Latif Dukung Penuh Pengeboran Sumur Explorasi PHE WMO

Sedangkan, pekerjaan perawatan sumur Acid Wash di Banyuurip pada Sumur C02 dilakukan selama 13 (tiga belas) hari dimulai sejak tanggal 7 Juli 2021 sampai dengan 19 Juli 2021. Prinsip kerja pekerjaan Acid Wash adalah melakukan pengasaman terhadap zona produksi dan peralatan downhole untuk mengurangi terbentuknya scale. Hasil tes produksi sebelum Acid Wash adalah sebesar 4.500 BOPD dan 1,5 MMSCFD, sedangkan setelah Acid Wash adalah sebesar 9.500 BOPD dan 3,5 MMSCFD.

Tingkat produksi puncak lapangan Banyu Urip telah berlangsung selama 5 tahun atau 3 tahun lebih lama dari estimasi POD awal. Selain itu, tingkat produksi minyak saat puncak juga sekitar 30 persen lebih tinggi dari rencana tingkat produksi POD awal. Sesuai dengan karakteristik alamiah reservoir, Lapangan Banyu Urip juga mengalami penurunan laju produksi yang diindikasikan dengan peningkatan rasio air, rasio gas serta terjadinya scale di beberapa sumur-sumur produksi.

Keberhasilan kedua lapangan migas tersebut adalah salah satu kado hulu migas pada peringatan HUT ke-76 Republik Indonesia. Tambahan produksi minyak di Sidayu dan Banyu Urip sekitar 12.100 – 12.300 BOPD akan berkontribusi pada upaya pencapaian target lifting minyak di tahun 2021. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here