kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Kulit Semangka Menjadi Pupuk Organik Cair di PT Aditya Sentana Agro Malang Oleh Mahasiswa Agroekoteknologi UTM

Pojoksuramadu.com, Malang – Mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Trunodjoyo Madura yang terdiri dari Nabella Putri Lestari, Roiza Azizatul Karomah, Dewi Cahyani Putri, Evita Dhea Seira Rusdiyatna, Salman Al Farisi menggelar kegiatan sosialisasi pemanfaatan limbah kulit semangka menjadi Pupuk Organik Cair (POC) pada Senin (16/6/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 sampai 09.00 WIB ini dilaksanakan di PT. Aditya Sentana Agro Karangploso Malang dan di ikuti oleh para pekerja dan petani yang terlibat dalam kegiatan budidaya pertanian di lingkungan perusahaan.

Kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat serta mendukung penerapan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa limbah organik merupakan salah satu permasalahan yang sering dijumpai di sektor pertanian maupun industri. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satu limbah organik yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan adalah kulit semangka.

Kulit semangka diketahui mengandung berbagai unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta senyawa organik lainnya yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair. Selain membantu mengurangi volume limbah, pemanfaatan kulit semangka juga dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

PT Aditya Sentana Agro sendiri merupakan perusahaan agribisnis yang bergerak di bidang produksi, pengembangan, dan pemasaran benih pertanian dengan merek Cap Bunga Matahari. Selama ini, kegiatan budidaya tanaman di perusahaan masih banyak memanfaatkan pupuk kimia. Oleh karena itu, sosialisasi ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan alternatif pupuk organik yang lebih berkelanjutan.

Pada kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai manfaat POC bagi tanaman. Pupuk organik cair merupakan pupuk yang berasal dari bahan organik yang difermentasi dengan bantuan mikroorganisme. POC mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh optimal.

Selain meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen, penggunaan POC juga dinilai mampu mendukung sistem pertanian organik karena lebih ramah lingkungan dan dapat membantu mengurangi penggunaan pupuk kimia secara berlebihan.

Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan pada tahapan pembuatan POC dari limbah kulit semangka. Alat yang digunakan meliputi drum tong, baskom, pisau, gelas ukur, ember, dan pengaduk. Sementara bahan yang digunakan terdiri atas kulit semangka, air, molase, dan larutan EM4.

Proses pembuatan diawali dengan mencuci dan memotong kulit semangka menjadi ukuran kecil agar lebih mudah terfermentasi. Selanjutnya, potongan kulit semangka dicampurkan ke dalam drum bersama larutan molase dan EM4. Setelah seluruh bahan tercampur merata, wadah ditutup rapat dan difermentasi selama 10 hingga 14 hari di tempat teduh.

Selama proses fermentasi, wadah perlu dibuka setiap satu hingga dua hari sekali untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi. Setelah proses selesai, larutan disaring untuk memisahkan ampas dan cairan. Cairan hasil penyaringan kemudian disimpan dalam botol atau jerigen bersih dan ditempatkan di lokasi yang sejuk serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomi dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi pertanian. Selain itu, keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan baik di lingkungan perusahaan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pengelolaan limbah organik yang lebih baik serta mendorong penerapan pertanian berkelanjutan. Dengan memanfaatkan limbah kulit semangka menjadi pupuk organik cair, perusahaan dan para pekerja diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi budidaya pertanian.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img