BANGKALAN – Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Bapak Indra Jaya Kusuma Wardhana, S.Sos., M.Sosio., menemui Kepala Desa Banyoneng Laok, Bapak Moch. Syafi’i, S.I.P., untuk memohon izin pelaksanaan KKNT dan memaparkan program yang akan dijalankan mahasiswa. Pertemuan berlangsung di kediaman kepala desa pada Kamis (24/9/2026).
Dalam pertemuan itu, izin diberikan dan kedatangan rombongan diterima dengan baik. Kepala desa menjadi satu-satunya perangkat desa yang menemui DPL.
KKNT Banyoneng Laok 2026 beranggotakan lima mahasiswa dan dilaksanakan melalui program MBKM Pengabdian UTM. Desa Banyoneng Laok, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, menjadi lokasi penempatan mereka selama dua bulan.
Bapak Indra memaparkan bahwa KKNT di desa ini bergerak di bidang pendidikan. Selain menyampaikan bidang kerja dan lama kegiatan, rombongan datang untuk bersilaturahmi dengan pemerintah desa.
Koordinasi dengan pemerintah desa dilakukan sebelum mahasiswa memulai kegiatan agar program berjalan dengan sepengetahuan dan dukungan desa. Mahasiswa akan tinggal dan bekerja di tengah warga, sehingga kejelasan maksud dan jangka waktu kegiatan perlu disampaikan sejak awal.
“Mahasiswa akan berada di tengah masyarakat selama kurang lebih dua bulan. Karena itu, kami merasa perlu datang lebih dulu kepada pemerintah desa, menyampaikan maksud kami, dan memohon izin. Kegiatan mahasiswa tidak akan berjalan baik tanpa restu dan dukungan desa,” ujar Bapak Indra.
Ia menambahkan, program pendidikan dipilih agar kehadiran mahasiswa memberi manfaat langsung bagi warga. “Kami ingin kegiatan ini terarah dan bermanfaat, terutama di bidang pendidikan. Untuk itu kami juga terbuka terhadap masukan dari desa,” katanya.
Bapak Moch. Syafi’i menyambut baik kedatangan rombongan dan memberikan izin kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan di desanya.
“Kami menerima dengan baik kedatangan Bapak Ibu dosen dan adik-adik mahasiswa. Silakan menjalankan program yang sudah disiapkan. Jika ada hal yang dibutuhkan selama berada di desa, sampaikan saja kepada kami,” ujar Bapak Syafi’i.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu warga, khususnya di bidang pendidikan. “Harapan kami, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan hubungan baik antara desa dan kampus tetap terjaga,” tuturnya.
Setelah koordinasi ini, mahasiswa KKNT Banyoneng Laok 2026 akan menjalankan program kerja yang telah mereka persiapkan. Pelaksanaan program berada di bawah pendampingan DPL selama masa KKNT.
Indra Jaya Kusuma Wardhana, S. Sos., M. Sosio selaku DPL, berharap pertemuan ini menjadi awal hubungan yang baik antara mahasiswa dan pemerintah desa. “Kami berharap komunikasi dengan pemerintah desa tetap terjalin sampai program selesai,” ujarnya.
Koordinasi dengan Tiga Sekolah

Karena program berfokus pada pendidikan, Indra juga mendatangi tiga sekolah yang menjadi sasaran KKNT di desa tersebut, yaitu SDN Banyoneng Laok 1, SDN Banyoneng Laok 2, dan SMPN 4 Satu Atap Geger. Kunjungan ini dilakukan pada (24/9/2026).
Di SDN Banyoneng Laok 1, DPL ditemui perwakilan sekolah. Pihak sekolah menerima kedatangan DPL dengan baik.
Di SDN Banyoneng Laok 2, DPL ditemui perwakilan sekolah, (24/9/2026). Kedatangan DPL disambut dengan hangat.
Di SMPN 4 Satu Atap Geger, DPL dfitemui perwakilan sekolah. Pihak sekolah juga menerima kedatangan DPL dengan baik.
Menurut bapak Indra selaku DPL, koordinasi dengan sekolah diperlukan agar program mahasiswa sesuai dengan kebutuhan dan kegiatan di sekolah. “Program pendidikan akan berjalan di sekolah, sehingga kami perlu menyampaikan rencana ini langsung kepada pihak sekolah dan terbuka terhadap masukan mereka,” katanya.
Setelah koordinasi, mahasiswa KKNT Banyoneng Laok 2026 akan menjalankan program kerja yang telah dipersiapkan di bawah pendampingan DPL. “Kami berharap komunikasi dengan desa dan sekolah tetap terjalin sampai program selesai,” ujar bapak Indra.
DPL KKNT UTM Koordinasi dengan Kades dan Tiga Sekolah Sasaran di Banyoneng Laok
BANGKALAN – Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Bapak Indra Jaya Kusuma Wardhana, S.Sos., M.Sosio., menemui Kepala Desa Banyoneng Laok, Bapak Moch. Syafi’i, S.I.P., untuk memohon izin pelaksanaan KKNT dan memaparkan program yang akan dijalankan mahasiswa. Pertemuan berlangsung di kediaman kepala desa pada Kamis (24/9/2026).
Dalam pertemuan itu, izin diberikan dan kedatangan rombongan diterima dengan baik. Kepala desa menjadi satu-satunya perangkat desa yang menemui DPL.
KKNT Banyoneng Laok 2026 beranggotakan lima mahasiswa dan dilaksanakan melalui program MBKM Pengabdian UTM. Desa Banyoneng Laok, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, menjadi lokasi penempatan mereka selama dua bulan.
Bapak Indra memaparkan bahwa KKNT di desa ini bergerak di bidang pendidikan. Selain menyampaikan bidang kerja dan lama kegiatan, rombongan datang untuk bersilaturahmi dengan pemerintah desa.
Koordinasi dengan pemerintah desa dilakukan sebelum mahasiswa memulai kegiatan agar program berjalan dengan sepengetahuan dan dukungan desa. Mahasiswa akan tinggal dan bekerja di tengah warga, sehingga kejelasan maksud dan jangka waktu kegiatan perlu disampaikan sejak awal.
“Mahasiswa akan berada di tengah masyarakat selama kurang lebih dua bulan. Karena itu, kami merasa perlu datang lebih dulu kepada pemerintah desa, menyampaikan maksud kami, dan memohon izin. Kegiatan mahasiswa tidak akan berjalan baik tanpa restu dan dukungan desa,” ujar Bapak Indra.
Ia menambahkan, program pendidikan dipilih agar kehadiran mahasiswa memberi manfaat langsung bagi warga. “Kami ingin kegiatan ini terarah dan bermanfaat, terutama di bidang pendidikan. Untuk itu kami juga terbuka terhadap masukan dari desa,” katanya.
Bapak Moch. Syafi’i menyambut baik kedatangan rombongan dan memberikan izin kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan di desanya.
“Kami menerima dengan baik kedatangan Bapak Ibu dosen dan adik-adik mahasiswa. Silakan menjalankan program yang sudah disiapkan. Jika ada hal yang dibutuhkan selama berada di desa, sampaikan saja kepada kami,” ujar Bapak Syafi’i.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu warga, khususnya di bidang pendidikan. “Harapan kami, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan hubungan baik antara desa dan kampus tetap terjaga,” tuturnya.
Setelah koordinasi ini, mahasiswa KKNT Banyoneng Laok 2026 akan menjalankan program kerja yang telah mereka persiapkan. Pelaksanaan program berada di bawah pendampingan DPL selama masa KKNT.
Indra Jaya Kusuma Wardhana, S. Sos., M. Sosio selaku DPL, berharap pertemuan ini menjadi awal hubungan yang baik antara mahasiswa dan pemerintah desa. “Kami berharap komunikasi dengan pemerintah desa tetap terjalin sampai program selesai,” ujarnya.
Koordinasi dengan Tiga Sekolah
Karena program berfokus pada pendidikan, Indra juga mendatangi tiga sekolah yang menjadi sasaran KKNT di desa tersebut, yaitu SDN Banyoneng Laok 1, SDN Banyoneng Laok 2, dan SMPN 4 Satu Atap Geger. Kunjungan ini dilakukan pada (24/9/2026).
Di SDN Banyoneng Laok 1, DPL ditemui perwakilan sekolah. Pihak sekolah menerima kedatangan DPL dengan baik.
Di SDN Banyoneng Laok 2, DPL ditemui perwakilan sekolah, (24/9/2026). Kedatangan DPL disambut dengan hangat.
Di SMPN 4 Satu Atap Geger, DPL dfitemui perwakilan sekolah. Pihak sekolah juga menerima kedatangan DPL dengan baik.
Menurut bapak Indra selaku DPL, koordinasi dengan sekolah diperlukan agar program mahasiswa sesuai dengan kebutuhan dan kegiatan di sekolah. “Program pendidikan akan berjalan di sekolah, sehingga kami perlu menyampaikan rencana ini langsung kepada pihak sekolah dan terbuka terhadap masukan mereka,” katanya.
Setelah koordinasi, mahasiswa KKNT Banyoneng Laok 2026 akan menjalankan program kerja yang telah dipersiapkan di bawah pendampingan DPL. “Kami berharap komunikasi dengan desa dan sekolah tetap terjalin sampai program selesai,” ujar bapak Indra.


