Home Berita Migas SKK Migas Pastikan Pengeboran Migas di Pamekasan Tak Rugikan Nelayan

SKK Migas Pastikan Pengeboran Migas di Pamekasan Tak Rugikan Nelayan

SHARE
Gambar ilustrasi

POJOKSURAMADU.COM, Pamekasan – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa (Jawa Bali Nusa Tenggara) memastikan pengeboran migas di Pamekasan tak akan merugikan nelayan.

Kepala SKK Migas Jabanusa, Nur Wahidi mengatakan jika setiap kegiatan hulu Migas akan memperhatikan analisis dampak lingkungan (Amdal) yang harus disetujui pemerintah. Untuk itu, Ia juga menyarankan agar pihak Medco Energy selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) bersama Pemkab Pamekasan bisa segera berdialog dengan masyarakat di wilayah pesisir Desa Tanjung Kecamatan Pademawu.

“Sebaiknya memang perlu dilakukan dialog dengan masyarakat tersebut,”terang dia kepada Pojoksuramadu.com, Senin (31/5/2021).

Menurut Nur Wahidi, perlu ada sosialisasi lebih intens kepada masyarakat di lokasi pengeboran. Ia menegaskan, jika setiap kegiatan hulu migas justru akan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Baca Juga:  PHE - WMO Gelar Sosialisasi Pengeboran PHE 2-3 di Pendopo Agung Bangkalan

“Kalau belum ada sosialisasi yang jelas maka akan ada anggapan lain dari warga khususnya para nelayan di Pamekasan,” tutupnya.

Sebelumnya, sejumlah warga Desa Tanjung Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan yang tergabung dalam Forum Nelayan Peduli lingkungan (FNPL) berdiskusi perihal rencana pengeboran migas oleh Medco Energy, di Dusun Duko Desa setempat, Kamis malam, (27/05).

Ketua FNPL, Rohim, mengatakan, dari beberapa diskusi bersama para nelayan di Desa setempat, terdapat beberapa keputusan perihal rencana pengeboran migas pada tahun 2022 mendatang.

Pertama, para nelayan menilai jika pengeboran migas memiliki dampak positif dan dampak negatif. Namun, dampak buruk akibat pengeboran itu disebut lebih banyak ketimbang manfaatnya.

Baca Juga:  8 Unit Mobil Rental Dikembalikan, KPR: Ini Berkat Bantuan Propam Polres Pamekasan

“Para warga menyarankan agar pengeboran itu harus dikaji ulang,” terang Rohim.

Selain itu, kata Rohim, masyarakat Desa Tanjung menyarankan agar pihak Medco Energy lebih memperhatikan masyarakat pesisir yang mayoritas bekerja sebagai Nelayan. Keberadaan titik migas disebut akan merusak ekosistem laut serta terumbu karang.

“Bagaimana nasib nelayan jika titik migas itu nantinya merupakan tempat Nelayan biasa menangkap ikan,” kata Rohim.

Rohim melanjutkan, Masyarakat desa tanjung dan sekitarnya akan terus mengawal persoalan tersebut dengan penuh komitmen sehingga menuai hasil sesuai dengan apa yang menjadi keinginan dari pihak masyarakat setempat, serta meminta agar pihak Medco Energy tidak merugikan masyarakat.

“Kalau hasil rapat, kita juga sepakat menolak,” pungkasnya. (Hasibuddin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here