Bangkalan, 13 November 2025 — Dalam rangka mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia sekolah dasar, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kolaboratif Universitas Trunojoyo Madura melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengenalan Emosi di SDIT Ulil Albab, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari kelompok KKNT yang diketuai oleh Masrifah, S.Psi., M.Si., serta dibimbing oleh Hapsari Puspita Rini, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Meria Zakiyah Alfisuma, S.Pd., M.Pd.. Adapun kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh dua mahasiswa, yaitu Kirana Aprilia dan Anisah Ainiyyah Nabilah, sebagai bentuk penerapan ilmu psikologi dalam bidang pendidikan dan pengembangan karakter anak.
Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan anak dalam memahami dan mengelola emosi sejak dini. Di usia sekolah dasar, anak-anak sedang berada pada tahap perkembangan sosial yang pesat, namun sering kali belum mampu mengenali dan mengungkapkan perasaannya dengan tepat. Kondisi ini dapat memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan teman, guru, maupun lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, tim KKNT berharap dapat membantu siswa untuk lebih memahami perasaan diri sendiri serta belajar mengekspresikannya dengan cara yang sehat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan sosialisasi ini menggunakan media kartu emosi sebagai alat bantu utama. Melalui kartu yang menampilkan berbagai ekspresi wajah seperti senang, sedih, marah, takut, dan terkejut, anak-anak diajak bermain sambil belajar mengenali jenis-jenis emosi. Permainan ini dikombinasikan dengan penjelasan sederhana dan contoh situasi nyata yang sering mereka alami di sekolah, seperti saat teman tidak meminjamkan alat tulis atau ketika mendapat nilai bagus.

Anak-anak terlihat antusias dan aktif berpartisipasi dalam setiap sesi. Mereka saling berebut untuk menjawab pertanyaan dan menunjukkan ekspresi sesuai kartu yang diperlihatkan. Beberapa siswa bahkan dengan spontan menceritakan pengalaman pribadi tentang saat mereka merasa marah atau sedih. Melalui aktivitas ini, siswa belajar bahwa semua emosi adalah hal yang wajar, tetapi penting untuk disampaikan dengan cara yang baik dan tidak menyakiti diri sendiri maupun orang lain.
Menurut Kirana Aprilia dan Anisah Ainiyyah Nabilah, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran emosional pada anak sejak dini. “Kami berharap siswa dapat lebih mengenal perasaan yang mereka alami dan belajar mengendalikannya dengan cara positif. Dengan begitu, anak-anak bisa berinteraksi lebih baik di lingkungan sekolah maupun di rumah,” ujar keduanya. Mereka menambahkan, kegiatan seperti ini juga dapat membantu guru memahami kondisi emosional siswanya, sehingga proses belajar-mengajar menjadi lebih kondusif dan empatik.
Respon dari pihak sekolah pun sangat positif. Salah satu guru SDIT Ulil Albab menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Kegiatan ini bagus, Mbak, dan bisa membantu guru-guru di sini karena siswa memang masih banyak sekali yang kurang mengerti tentang emosi dan bagaimana cara pengendaliannya,” ujarnya. Menurutnya, pengenalan emosi merupakan hal penting yang sering luput dari perhatian, padahal sangat berpengaruh terhadap perilaku dan konsentrasi belajar anak.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kelas tampak ceria dan penuh semangat. Anak-anak belajar untuk menyebutkan perasaan mereka, menebak ekspresi teman, hingga melakukan refleksi sederhana di akhir sesi dengan menyebutkan emosi yang mereka rasakan hari itu. Banyak siswa yang mengaku merasa senang, bangga, dan tenang setelah mengikuti kegiatan, karena mereka bisa lebih memahami dirinya sendiri.
Melalui kegiatan ini, tim KKNT Universitas Trunojoyo Madura berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan dasar, khususnya dalam bidang penguatan karakter dan kesehatan mental anak. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilanjutkan secara berkelanjutan dengan melibatkan guru sebagai fasilitator, sehingga program pengenalan dan pengendalian emosi bisa menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pengenalan emosi sejak dini tidak hanya membantu anak lebih memahami diri sendiri, tetapi juga menumbuhkan empati, keterampilan sosial, serta kemampuan untuk menghadapi tantangan di masa depan.


