Home Kuliner Tim Peneliti UTM Latih Warga Budidaya Teripang dan Pengelohan Jadi Makanan

Tim Peneliti UTM Latih Warga Budidaya Teripang dan Pengelohan Jadi Makanan

SHARE
Tim peneliti UTM saat memaparkan tentang budidaya teripang kepada warga Jung Anyar, Socah (Foto:Pojoksuramadu.com)

POJOKSURAMADU.COM, Bangkalan -Tim Peneliti Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berikan Pelatihan budidaya teripang dan pengolahan hingga menjadi produk makanan, kini digelar di Desa Jung Anyar, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Kamis (5/3/2020).

Produk unggulan Bangkalan tersebut biasa disebut kerupuk ‘Rung -Terung’ atau lebih dikenal kerupuk teripang. Uniknya produk ini sulit ditemukan di daerah lain.

Ketua Tim Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Purwandari dan Achmad Fachruddin Syah melakukan pengabdian kepada masyarakat industri kerupuk ‘rung-terung’ UD Sari Laut yang ada di desa setempat.

“Pembinaan yang dilakukan tim dari UTM ini merupakan salah satu program Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, tahun pelaksanaan 2020,” kata Purwandari di lokasi kegiatan.

Baca Juga:  Berkunjung ke Bangkalan, Jangan Lupa Cicipi Rujak Kambang Arosbaya
Warga bersama tim peneliti UTM sedang memperlihatkan produk kerupuk rung terung dari bahan baku teripang yang sudah diolah menjadi makanan (Foto:Pojoksuramadu.com)

Ia menerangkan, tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat merupakan langkah untuk meningkatkan penjualan kerupuk ‘rung-terung’ dengan menambahkan informasi manfaat kesehatan.

“Harapan kami produksi ini semakin berkembang dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan,” harapnya

Sementara tahap pelaksanaannya di mulai dengan ‘Focus Group Discussion’ dengan para pihak yakni kelompok pengolah, aparat desa, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Perindustrian Ketenagakerjaan dan Dinas Perdagangan.

“Selain itu dilaksanakan beberapa pelatihan, yaitu sanitasi produk yang berkaitan dan pelabelan dan kontaminasi logam berat, pelatihan manfaat kesehatan teripang, pelatihan teknologi budidaya teripang, habitat teripang dan praktek teknik pembesaran teripang,” jelasnya.

Baca Juga:  Pentol 'UYE' di Sumenep Beromzet Rp 2 Juta Per Hari

Perempuan yang juga berprofesi sebagai Dosen di Fakultas Pertanian UTM itu menambahkan, saat dilakukan analisis, kerupuk rung-terung menunjukkan tidak ada logam berat dan aman dikonsumsi serta memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh.

“Selanjutnya pelatihan pembesaran teripang akan dilaksanakan pada bulan April, jadi saat ini masih fokus pada online marketingnya,” pungkasnya. (zai/ans/ah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here