Home Pendidikan UTM Kukuhkan Umi Purwandari sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Pangan

UTM Kukuhkan Umi Purwandari sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Pangan

SHARE
Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si dan Prof. Dr. Umi Purwandari, P. hD dalam acara pengukuhan Guru Besar, (Foto:Pojoksuramadu.com)

POJOKSURAMADU.COM, Bangkalan – Prof. Dr. Umi Purwandari, P. hD secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Pangan pada Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Dosen Teknologi Industri Pertanian (TIP) ini menjadi guru besar ke-7 di satu-satunya perguruan tinggi negeri di Kabupaten Bangkalan itu dan sebagai guru besar ke-2 di Fakultas Pertanian UTM.

Dalam pidatonya berjudul “Pangan Tradisional: Ketahanan Pangan, Teknologi, dan Nasionalisme “, Umi Purwandari menyampaikan tentang manfaat makanan tradisional.

Dia meneliti mie dari gatotan dan mengubah jagung asli Madura menjadi Tortila Bread atau makanan khas Meksiko sejak sarjana strata 1. Harapannya, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Membanggakan, Mahasiswa UTM Borong Juara di Ajang Lomba Nasional

“Makanan tradisional mempunyai potensi yang sangat besar untuk mensejahterakan kita,” terangnya, Rabu (26/8/2020).

Gordon Guru Besar dikalungkan oleh Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si kepada Prof. Dr. Umi Purwandari, P. hD dalam acara pengukuhan Guru Besar di Gedung Pertemuan Universitas Trunojoyo Madura, (Foto:Pojoksuramadu.com)

Gatotan, menurut Umi Purwandari,merupakan makanan yang terbuat dari singkong kemudian diolah menjadi mie yang mempunyai anti oksidan tinggi. Khasiatnya, bisa mencegah kangker dan mengenyangkan lebih lama.

“Sumber daya jagung Madura begitu melimpah. Mengolah jagung menjadi Tortilla Bread supaya bisa meningkatkan nilai jual,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si berharap, pengukuhan guru besar di bidang teknologi pangan dapat memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional terutama pangan tradisional.

Baca Juga:  Kunjungi UTM, Anggota Komisi V DPR-RI Bahas Pembangunan Madura

“Masyarakat kita ini kesehariannya mengkonsumsi makanan tradisional, dan di back-up oleh pemerintah, tidak hanya padi saja tapi juga di masalah konservasi lahan dan sebagainya,” paparnya.

Saat ini, kata Syarif, UTM terus mendorong setiap fakultas memiliki satu guru besar sehingga dalam waktu dekat rasio guru besar minimal 10 dari dosen tetap bisa tercapai. Idealnya, guru besar dari dosen tetap sebanyak 20 persen.

“Kalau bicara minimal saja harusnya di UTM ada 48 guru besar, karena jumlah dosen tetap 480,” ungkapnya. (Alief Reginald)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here