Home Opini Asal Masalah Banjir Perkotaan Pamekasan

Asal Masalah Banjir Perkotaan Pamekasan

SHARE
Salah satu titik banjir di Kota Pamekasan, Foto:Istimewa

Oleh: Juniar Ilham Prd, Planolog

Tak biasanya banjir kali ini terjadi di perkotaan Pamekasan dengan intensitas lebih luas dan dengan ketinggian air juga lebih tinggi dari peristiwa banjir besar tahun 2005 dan setelahnya.

Awalnya terjadinya banjir di beberapa kawasan di Kabupaten Pamekasan dengan alasan akibat hujan deras di bagian hulu tepatnya Utara wilayah Kabupaten Pamekasan, pada Senin tgl 11 Januari 2021 sore, semakin meluas.

Pada Senin pagi, banjir hanya menggenangi tiga kelurahan, yakni Kelurahan Parteker, Jungcangcang, dan Kelurahan Patemon, namun memasuki pukul 15.30 WIB banjir mulai menggenangi Kelurahan Gladak Anyar dan Kelurahan Kowel, Pamekasan.

Air mulai menggenangi kawasan Arek Lancor Pamekasan pada Senin sore, kondisi ini tak pernah terjadi pada banjir sebelumnya. Di Kecamatan Proppo, banjir menggenangi perkampungan warga di Desa Kodik dan dua desa di Kecamatan Palengaan, yakni Palengaan Daya dan Rombuh.

Pada kawasan perkotaan, genangan terjadi di Jalan Amin Jakfar Kelurahan Gladak Anyar Kecamatan Kota, dengan ketinggian genangan mencapai sampai 70 cm, Jalan Shinhaji Kelurahan Juncangcang, dengan ketinggian genangan antara 20 hingga 40 Cm.

Selain itu tercarat di Dusun Kemuning, Desa Nyalabu Laok, Jalan Trunojoyo, Jalan Trunojoyo Gg V, Jalan Trunojoyo Kelurahan Patemun Barat Sungai, Jalan Bhayangkara, Desa Laden, Dusun Selatan Desa Lemper, Kecamatan Pademawu, Kampung Genteng Kali Kelurahan Barurambat Timur, Kecamatan Pademawu, dan di Jalan Banyangkara Desa Laden, Kecamatan Pamekasan.

Secara keseluruhan dengan demikian, hingga saat ini, banjir di perkotaan Pamekasan telah menggenangi 13 desa/kelurahan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Proppo, Palengaan, Pamekasan, dan Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Baca Juga:  Menuju Pemulihan Ekonomi Nasional dengan UU Cipta Kerja, Mungkinkah?

Kondisi terakhir Banjir di Pamekasan saat ini Senin 11 Jan 2021 Pukul 17.00 WIB

Kecamatan Kota

1. Kelurahan Parteker Dusun Menggungan air setinggi lutut orang dewasa sudah memasuki Halaman warga dan sebagian sdh masuk didalam rumahnya.

2. Jl Amin Jakfar Gg V Kelurahan Gladak Anyar Kec Kota. Ketinggian sampai 70 cm dan sebagian masuk ke halaman dan pemukiman warga yg berada di bantaran Sungai Kolowang.

3. Jl. Shinhaji Kelurahan Juncangcang Kec Kota. Ketinggian air mencapai sekitar 20 cm.

4. Jln Trunojoyo belakang Putri Ketinggian air mencapai Setinggi lutut orang Dewasa dan sebagian sudah masuk ke Rumah Warga.

5. Jln Trunojoyo Gg 5 Kelurahan Patemon air setinggi Lutut orang Dewasa.

6. Jln Trunojoyo Kelurahan Patemon Barat Sungai ketinggian air mencapai Lutut orang Dewasa.

7. Jln Banyangkara Desa Laden Air menggenangi Jalan sehingga akses jalan terputus karena air mencapai setinggi lutut orang Dewasa dan sebagian masuk di halaman Warga.

8. Jalan Bhayangkara Desa Laden Kec Kota, air sudah menggenangi jalan dan perumahan warga dengan ketinggian air sekitar 20 cm.

9. Jln Gatot Koco Rt 02 Rw 02 Kelurahan Kolpajung ketingian air mencapai 70 Cm dan sebagian menggenangi persawahan Warga.

10.Jembatan yg berada di Dusun Panggung Toronan Kelurahan Kowel Kec Pamekasan terputus akibat kerasnya arus Sungai klowang sehingga akses menuju Dusun panggung Toronan kelurahan Kowel tdk bisa dilalui Masyarakat

Kecamatan Pademawu

1. Dusun Selatan Desa Lemper Kec Pademawu, air sudah menggenangi jalan dan perumahan warga dengan ketinggian air sekitar 20 cm
2. Kampung Genteng Kali Kelurahan Bartim Kec Pademawu, air sudah menggenangi jalan dan perumahan warga dengan ketinggian air sekitar 25 cm.

Baca Juga:  Legislator Pamekasan Sebut DKPP Tak Becus Urus Pupuk Bersubsidi

Apa sebenarnya Penyebab Banjir Pamekasan? 

Wilayah Kabupaten Pamekasan hampir sama dengan beberapa wilayah kabupaten di pulau Madura dengan tipologi batuan berupa kata atau batuan kapur yang mempunyai sifat meresapkan air.

Pada tahun 2020 lalu juga sempat terjadi banjir yang merendam lima kelurahan diantaranya Kelurahan Gladak Anyar, Kelurahan Jungcangcang, Kelurahan Parteker, Kelurahan Patemon dan Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Kota Pamekasan. Sedang tiga desa yang terendam yakni Desa Laden, Desa Jalmak, Kecamatan Kota dan Desa Lemper, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Saat ini kejadiannya lebih parah, bahkan kawasan pusat kota di Arek Lancor juga tergenang. Menjadi hal yang perlu dipertanyakan kenapa didaerah berkapur dengan daya resap air tinggi justru terjadi banjir.

Berdasarkan investigasi sementara juga berdasarkan informasi dari beberapa sumber disampaikan bahwa terjadi hujan lebat di bagian hulu yang tidak bisa ditampung oleh sungai yang ada. Selain itu banyak terjadi ilegal logging dan banyaknya sampah yang menghambat aliran air juga sudah terjadi terganggunya fungsi lingkungan.

Saluran drainase primer yang semakin mengecil, membuat kondisi ini semakin memperparah, karena sudah semestinya lah karena saluran drainase semakin ke hilir semakin meluas sehingga aliran tak terganggu.

Upaya Penanganan Banjir

Berdasarkan upaya yang telah dilakukan dengan program jangka pendek dan menengah. Seharusnya Kabupaten Pamekasan konsisten dengan masterplan drainase yang sudah dipunyai sejak tahun lalu.

Semua isi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here