Home Pendidikan Referensi Buku Minim, DPK Bangkalan Beralasan Gedung Sempit

Referensi Buku Minim, DPK Bangkalan Beralasan Gedung Sempit

SHARE
Suasana Perpustakaan Daerah di Bangkalan yang Dianggap Kurang Diminati Warga (Foto:Pojoksuramadu.com)

POJOKSURAMADU.COM, Bangkalan – Sejumlah mahasiswa dan pelajar di Kabupaten Bangkalan mengeluhkan referensi buku di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bangkalan yang minim. Sebab, para pelajar ini sulit menemukan buku yang dibutuhkan.

Rizki 16, seorang pengunjung perpus menuturkan, selama ini buku di perpusda Bangkalan tidak ada perubahan. ”saya sering kesini, tapi buku ceritanya itu itu saja,”terang dia, Jumat (24) 01/2020).

Ia mengaku, hingga saat ini tujuan awal datang ke perpus hanya untuk mencari wifi gratis, sebab buku-buku yang tersedia perpusda sudah tidak menarik dan kebanyakan buku usang. ”Makanya tak manfaatin wifi nya saja, buku-bukunya berdebu,” ucap dia diiringi tawa.

Baca Juga:  Optimalkan Kompetensi Lulusan, UTM Siapkan Skema Hadapi Industri 4.0

Siswa SMK AL Kholilyah itu menambahkan, menggunakan WiFi Perpusda menurutnya cukup memuaskan. “Eman, ketimbang tidak digunakan,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan (DPK) Bangkalan Mohammad Musleh mengatakan, sempitnya gedung Perpusda menjadi kendala.

“Memang disini gedungnya masih minim dan tidak dapat menampung buku banyak” katanya.

Musleh menerangkan, meski terkendala sempitnya gedung Perpusda, pihaknya berusaha memperbaiki pengadaan buku dengan cara diadakannya e-book.

” Jika tidak menemukan buku ataupun refrensi di perpustakaan umum tidak perlu khawatir, kami sudah memikirkan solusinya, yaitu buku berbentuk e-book yang mana kami akan usahakan di tahun ini softwarenya akan selesai,” paparnya.

Baca Juga:  Dapat Anggaran Pengadaan Buku 100 Juta, DPK Bangkalan Berharap Bisa Menarik Minat Pembaca

Musleh mengaku, lambannya pengadaan buku disebabkan tidak bisa menuntut ataupun menakan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk selalu memenuhi kekurangan Perpusda.

“Pemda punya skala prioritas, kita tidak bisa memaksakan kekurangan ini cepat teratasi, pastinya kami akan berusaha mencari solusi, salah satunya dengan bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional, melalui penerbitan E-book,” pungkas Mosleh (zai/ah)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here