Home Kesehatan Ricuh Pos Penyekatan Suramadu Sisi Surabaya, Warga Tak Mau Ditest

Ricuh Pos Penyekatan Suramadu Sisi Surabaya, Warga Tak Mau Ditest

SHARE
Tangkapan screenshot video  kericuhan pengendara yang mengamuk, beredar di WhatsApp. Foto: Istimewa

POJOKSURAMADU.COM, Surabaya – Beredar video di medsos WhatsApp dan Facebook penyekatan di Suramadu sisi Surabaya ricuh dan menolak dites oleh petugas kesehatan.

Dalam video itu pengendara mulanya terlibat aksi dorong dan meneriaki petugas. Mereka menuju ke arah meja dan merebut kembali KTP mereka yang dibawa petugas untuk didata dan dilakukan pengecekan.

Situasi semakin tak terkontrol. Meja, kursi dan banyak kertas berhamburan. Tampak petugas Swab yang menggunakan APD pun menjauhi pengendara, untuk menyelamatkan diri sembari membawa peralatan medis mereka.

Nampak pula Petugas Satgas Covid-19, Satpol PP, Polri serta TNI berusaha menenangkan warga, namun mereka kewalahan. Akibatnya, sejumlah peralatan di poskopun dirusak.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum membenarkan video itu. Ia mengatakan peristiwa tersebut terjadi dini hari tadi, Jumat (18/6). Saat itu volume kendaraan lebih banyak dari biasanya.

Baca Juga:  Konfercab GP Ansor Surabaya Digelar 28 Februari, Nama Baru Mulai Bermunculan

“Volume kendaraan cukup tinggi dan masyarakat tidak sabar,” katanya saat dikonfirmasi pojoksuramadu.com melalui WhatsApp, Jumat, (18/6).

Saat terjadi kekisruhan, aparat yang berjaga pun segera melakukan pengamanan dan mengurai kepadatan tersebut. Tak lama kemudian pelayanan bisa kembali dilakukan.

Ia menambahkan, karena semua masyarakat ingin cepat dilayani karena ingin cepat sampai ditempat kerja, tidak sabar sehingga muncul perspektif dan menimbulkan miss.

Pihaknya juga memastikan bahwa amukan pengendara ini tak sampai menyebabkan kerusakan material atau memakan korban jiwa terluka.

” Dari hal tersebut tidak ada kerugian material maupun kerugian jiwa,” ujarnya.

Namun, karena peristiwa tersebut, sejumlah pengendara yang melintasi Suramadu dari arah Madura, terpaksa tidak melakukan swab dan screening.

“Tapi mungkin ada beberapa masyarakat tidak sempat dilakukan swab, sehingga kami tidak menjamin dia sehat atau tidak,”jelas dia.

Baca Juga:  176 Pasien Covid-19 Masih Dirawat Di RSUD Syamrabu Bangkalan

Atas kejadian ini, pihaknya pun berharap agar masyarakat mau mengerti bahwa penyekatan dan tes swab ini dilakukan untuk kebaikan bersama. Apalagi, saat ini Covid-19 varian baru B16172 Delta telah ditemukan di Penyekatan Suramadu.

“Kami berharap semua masyarakat harus waspada. Apa lagi dengan kasus positif yang semakin bertambah, varian baru ada, kami berharap masyarakat kooperatif mengikuti prosedur yang ada di pos penyekatan dan tetap bersabar,” tutupnya.

Dari peristiwa yang terekam dan beredar di WhatsApp, Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga tak menampik kejadian kisruh di penyekatan Jembatan Suramadu. Adanya peristiwa tersebut, membenarkan kejadian dalam video.

“Nanti saya respon. Sekarang sedang bersama Panglima TNI dan Kapolri,” singkatnya. (Dimas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here