Home Daerah Covid-19 di Bangkalan Menggila, Dalam 2 Minggu Mencapai 322 Kasus

Covid-19 di Bangkalan Menggila, Dalam 2 Minggu Mencapai 322 Kasus

SHARE
Bupati Bangkalan R Abd Latif Amin Imron saat mendampingi Menteri Kesehatan dan Gubernur Jatim di Pendopo Agung daerah setempat, Foto:Pojoksuramadu.com

POJOKSURAMADU.COM, Bangkalan – Kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur melonjak drastis. Dalam kurun waktu 2 minggu dari 12 kasus meningkat menjadi 322 kasus.

Lonjakan besar ini terhitung sejak tanggal 10 April 2021 hingga 7 Juni 2021. Pasien yang terpapar didominasi dari 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Arosbaya, Klampis, Geger dan Bangkalan.

Peningkatan covid- 19 di Kabupaten Bangkalan menjadi atensi Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim, Mentri Kesehatan dan Gubernur Jatim turun langsung memantau langsung ke Kota Dzikir dan Shalawat.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin mengatakan bahwa peningkatan Covid- 19 di Kabupaten Bangkalan telah terjadi dalam dua minggu terakhir. Empat Puskesmas di daerah tersebut berlakukan mini lockdown, serta beberapa ruas jalan dia dilakukan penyemprotan desinfektan.

Baca Juga:  Permintaan Diangkat PNS Perawat Kontrak Sumenep, Begini Tanggapan Bupati Sumenep

“Terjadi peningkatan kasus dari 12 kasus menjadi 322 kasus, dimana kasus tertinggi di wilayah Kecamatan Arosbaya, Klampis, Geger dan Bangkalan,” paparnya, Selasa (8/6/2021).

Menurutnya, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan sudah menyiapkan fasilitas kesehatan dan beberapa tempat isolasi bagi warga yang terpapar.

“Di RSUD Syamrabu disediakan 150 tempat tidur yang sampai saat ini digunakan untuk pasien Covid-19 sebanyak 93 kamar. Sementara untuk yang terkonfirmasi tanpa gejala di Balai Diklat dengan kapasitas 74 tempat tidur,” imbuh Ra Latif.

Baca Juga:  Lima Minuman Yang Harus Anda Hindari Saat Diet

Ra Latif menuturkan, Hingga kini tempat isolasi di Balai Diklat sudah digunakan oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 sebanyak 35 orang.

Sementara untuk tempat isolasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) sudah disediakan tempat isolasi yang berbeda, yakni di Balai Latihan Kerja (BLK) Bangkalan.

“BLK dengan kapasitas 30 tempat tidur sampai saat ini terisi 14 orang,” tandasnya. (Fathur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here