Home Advertorial Gelar Wisuda Tatap Muka, UTM Perketat Protokol Kesehatan

Gelar Wisuda Tatap Muka, UTM Perketat Protokol Kesehatan

SHARE
Rektor UTM, Dr. Drs. Ec. H. Muh Syarif, M.Si bersama pimpinan universitas dalam acara wisuda di Gedung Pertemuan, Foto:Pojoksuramadu.com

POJOKSURAMADU.COM, Bangkalan – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memperketat protokol kesehatan saat menggelar wisuda terbuka yang ke-27 lulusan semester gasal tahun akademik 2019-2020 di masa pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020).

Peserta wisuda dilarang membawa rombongan selain yang mendapat undangan. Maksimal tingkat kehadiran di gedung maupun diluar gedung sebanyak tiga orang. Mereka diminta segera meninggalkan area kampus apabila sudah selesai.

Tak hanya itu, wisuda terbuka dilaksanakan dalam tiga hari mulai dari Sabtu hingga Senin. Sesi wisuda dibagi delapan sesi yang dibagi dua hingga tiga sesi perhari.

Baca Juga:  Universitas Trunojoyo Madura Jalin Kerjasama dengan Perpani Bangkalan

Rektor UTM, Dr. Drs. Ec. H. Muh Syarif, M.Si mengatakan pelaksanaan wisuda tetap dilakukan dengan cara luring, akan tetapi dibatasi 70 hingga 80 calon wisuda dalam setiap sesinya.

Rapat terbuka wisuda ke 27 Universitas Trunojoyo Madura digelar ditengah pandemi covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Foto:Pojoksuramadu.com

“Ini mungkin bisa sampai 24 sesi wisuda ini, yang penting tahun 2020 ini bisa selesai semua. Tetapi tetap memperhatikan prokes yang sangat ketat,” katanya.

Syarif mengaku sudah memberikan imbauan kepada security kampus untuk melakukan pengamanan supaya tidak ada aktivitas selain di dalam gedung.

“Setelah sesi pertama selesai dilanjut ke sesi kedua, namun dibersihkan dulu dan dilakukan penyemprotan baru sesi keduanya bisa dimulai,” imbuhnya.

Baca Juga:  Era Digital, SMPN 3 Burneh Prioritaskan Pendidikan Karakter

Menurut Syarif, sesi wisuda di masa pandemi ini tidak menjadi masalah dilakukan untuk memenuhi keinginan masyarakat. Akan tetapi, protokol kesehatan. harus betul-betul ditetapkan dan mendapat izin dari satgas kabupaten.

“Apa salahnya kampus itu memenuhi keinginan masyarakat pelaksanaan wisuda, apalagi bagi masyarakat Madura kuliah itu merupakan perjuangan yang sangat berat. Kampus wajib memahami itu yang penting protokolnya diatur, tidak ada masalah karena kita sudah mendapat ijin dari satgas kabupaten,” tandasnya. (Fathur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here