kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Mahasiswa KKN UTM Kelompok 25 Gencarkan Edukasi Hidroponik dan Pembuatan Bokashi di Desa Tagangser Laok

Pamekasan, 11 Juli 2025 – Mahasiswa dari Kelompok 25 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang tengah menjalankan program pengabdian masyarakat di Desa Tagangser Laok, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, menginisiasi kegiatan pelatihan pertanian ramah lingkungan berupa edukasi sistem hidroponik dan pembuatan pupuk organik bokashi kepada warga setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tema besar KKN, yaitu “Mahasiswa Bersama Masyarakat Menuju Perubahan Positif”, yang mengusung semangat pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna, khususnya di sektor pertanian.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa memperkenalkan metode tanam hidroponik budidaya tanaman tanpa media tanah sebagai solusi pertanian modern yang hemat lahan, efisien, dan minim penggunaan bahan kimia.

Berbagai sistem hidroponik sederhana seperti sistem sumbu (wick system) dan sistem rakit apung dijelaskan kepada warga, serta dicontohkan penggunaannya di halaman rumah.

Selain hidroponik, mahasiswa juga mengadakan sosialisasi tentang pembuatan pupuk organik bokashi.

Bokashi merupakan jenis pupuk yang dihasilkan melalui proses fermentasi dengan bantuan EM4 sebagai dekomposer atau pengurai.

Bahan-bahan organik yang digunakan yaitu dedak, kotoran hewan, dan limbah dapur, yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah serta mendukung pertanian berkelanjutan.

Pembuatan bokashi ini dilakukan secara praktis dan murah, sehingga dapat diterapkan langsung oleh masyarakat dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh.

Mahasiswa KKN UTM Kelompok 25
Mahasiswa KKN UTM Kelompok 25

Antusiasme masyarakat terhadap dua kegiatan ini cukup tinggi. Warga, termasuk kelompok ibu-ibu PKK dan  masyarakat desa, terlihat aktif mengikuti pelatihan baik secara teori maupun praktik langsung.

Mereka diberi kesempatan menanam sayuran seperti bayam dan kangkung menggunakan instalasi hidroponik buatan mahasiswa, serta diajarkan langkah-langkah membuat pupuk bokashi secara mandiri.

Dengan adanya program edukasi pertanian ini, diharapkan masyarakat Desa Tagangser Laok tidak hanya mampu menerapkan teknologi hidroponik di lingkungan rumah, tetapi juga dapat mengolah limbah organik menjadi pupuk yang berguna.

Kedua program ini ditujukan untuk menciptakan ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertanian ramah lingkungan.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img