Home Daerah Pelatihan Melinting Rokok Ditarget Rampung November

Pelatihan Melinting Rokok Ditarget Rampung November

SHARE
Kegiatan Pelatihan linting rokok di PR Ayunda Pamekasan

POJOKSURAMADU.COM, Pamekasan – Program pelatihan melinting rokok di Kabupaten Pamekasan ditargetkan rampung pada bulan November 2021 mendatang, Kamis (14/10/2021).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu-Ketenagakerjaan (DPMPTSP-Naker), Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Supriyanto mengatakan, pelatihan melinting rokok untuk tahap II dan III akan tetap dikerjasamakan dengan empat perusahaan rokok, yakni PR Ayunda Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, PR SHM Jaya Desa Bulumbungan, Kecamatan Larangan.

Kemudian, PR SS Jaya Raya, Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan dan PR Bawangan, Kecamatan Kadur. Menurutnya, pelatihan tahap pertama sudah sukses digelar dengan jumlah tiga paket. Namun sekarang rencananya, juga akan melakukan pelatihan tahap kedua dan tahap ketiga.

Baca Juga:  Kemenkominfo RI Tunjuk Pamekasan Jadi Proyek Percontohan Digitalisasi Program

“Tiga paket sudah dilakukan, kemudian satu paket sedang berlangsung, lalu sisanya tujuh paket sedang dalam proses, insyaallah nanti di pertengahan bulan depan semua kegiatan 11 paket ini selesai,” kata Supriyanto, Selasa 12 Oktober 2021.

Mantan Kabag Humas Pemkab Pamekasan ini melanjutkan, untuk pelatihan tahap kedua dan ketiga nantinya akan ada 4 paket, dengan rincian setiap paket ada 20 orang. Dana pelatihan ini dianggarkan dari DBHCHT yang diploting untuk DPMPTSP Naker.

Baca Juga:  Program "Petis", Cara Satlantas Polres Pamekasan Permudah Warga Urus SIM

“Dalam kegiatan pelatihan, kita lansung mengikat para peserta dalam pelatihan ini, karena kita sudah melakukan perjanjian kerjasama dengan perusahaan rokok, kalau semua yang dilatih langsung diserap menjadi tenaga kerja di masing-masing perusahaan rokok tersebut, dengan catatan kalau mereka mau,” tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut, mereka dibekali konsumsi, tas ransel, vitamin terus seragam berupa kaos, sertifikat dan uang tranport. Kegiatan itu berlangsung selama 10 hari.

“Kita berharap dengan adanya pelatihan ini bisa mengurangi pengangguran, dan bisa membantu mereka agar bisa bekerja,” harapnya. (Hasibuddin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here