POJOKSURAMADU.COM, Bangkalan – Sebentar lagi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Pondok Pesantren Bangkalan, Madura, Jawa Timur, diaktifkan. Para santri akan kembali ke pondok pesantren setelah beberapa bulan diliburkan.
Agar santri tetap beraktivitas dengan aman di pondok, Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Bangkalan menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pondok pesantren dengan membentuk Ponpes Tangguh Semeru.
Ponpes Tangguh Semeru di-launching di pondok pesantren Al-Kholiliyah An-Nuroniyah, Demangan, Bangkalan. Pelaksanaan Ponpes Tangguh bertujuan agar santri disiplin menjalankan protokol kesehatan ditengah pandemi.
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan, kunci pencegahan covid-19 itu adalah kedisiplinan. Oleh sebab itu perlu, adanya pendekatan agar santri tetap disiplin di pondok.
“Sehingga dengan kesiapan santri senior yang sudah tergabung dalam struktur Ponpes Tangguh itu mampu mendisiplinkan santri yang akan kembali ke pesantren,” katanya.
Penerapan Ponpes Tangguh Semeru di Pondok Pesantren Al-Kholiliyah Annuroniyah akan dijadikan Mall Project bagi pondok pesantren (ponpes) lain.
“Kita lihat nanti. Kita evaluasi pelaksanaannya terutama nanti pelaksanaan di hari H ketika santri kembali. Kita akan tetap monitor dan yang disimulasikan tadi akan diterapkan,” terangnya.
Penerapan Ponpes Tangguh Semeru rencananya akan diterapkan menyeluruh di beberapa ponpes di Bangkalan. “Kita sudah berkoordinasi dengan polsek, muspika dan danramil. Hal itu dimaksudkan supaya ponpes yang lain bisa mencontoh,” pungkasnya. (*/kiy)