Home Pendidikan SMP Negeri 2 Bangkalan Bentuk Tim Sigap Covid-19 Sekolah dan Sediakan 1000...

SMP Negeri 2 Bangkalan Bentuk Tim Sigap Covid-19 Sekolah dan Sediakan 1000 Masker untuk Siswa

SHARE
Tim Sigap Covid-19 SMP Negeri 2 Bangkalan dipersiapkan jika sewaktu waktu sekolah diaktifkan kembali, (Foto:Istimewa)

POJOKSURAMADU.COM, Bangkalan – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Bangkalan, Madura, Jawa Timur, membentuk Tim Sigap Covid- 19 Sekolah Senin (13/6). Fungsinya untuk mencegah penularan virus korona di lingkungan sekolah.

Tim Sigap Covid-19 itu dipimpin langsung oleh kepala sekolah. Tim itu disiapkan agar sekolah sigap jika sewaktu waktu gugus tugas menginstruksikan kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali diaktifkan.


Pembentukan itu merupakan implementasi dari arahan Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan agar sekolah melakukan persiapan sebelum KBM diaktifkan di tengah pandemi.

Baca Juga:  Antisipasi Corona, DPK Pamekasan Siapkan Layanan E-Maos
Simulasi penerapan protokol covid-19 di SMP Negeri 2 Bangkalan, (Foto:Istimewa)

“Dan kami siap mematuhi,” terang Kepala SMPN 2 Bangkalan Edy Hariadi kepada pojoksuramadu.com.

Dirinya siap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 kepada siapapun yang masuk ke lingkungan sekolah. Wajib memakai masker, pengecekan suhu tubuh, cuci tangan dan menjaga jarak.

“Kita sudah pasang pengumuman elektronik di depan. Siapapun yang masuk area sekolah harus mematuhi protokol kesehatan yang kami terapkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Persiapan KBM Aktif Kembali, Disdik Bangkalan Siapkan Juknis dan Bentuk Tim Gugas Covid-19 di Sekolah
Salah satu petugas di SMP Negeri 2 Bangkalan sedang melakukan simulasi pencegahan covid-19, (Foto:Istimewa)

Pihak sekolah menyiapkan 1000 masker gratis untuk siswa. Juga menyediakan 25 tempat cuci tangan serta hand sanitizer. Sedangkan penyemprotan disinfektan akan dilakukan setiap 2 kali sehari.

“Intinya kami siap menjalankan arahan gugus tugas. Kami siap menerima perintah,” tandasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya pemerintah pusat telah mewacanakan penerapan new normal. Rencana tersebut otomatis akan memberi kelonggaran terhadap aktivitas masyarakat. Pemerintah akan membuka pasar, pusat perbelanjaan, dan pendidikan. (*)





LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here