kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

UTM Dorong Desa Kampak Bangkalan Kembangkan Wisata Edukasi Petik Melon Berbasis Smart Farming IoT

POJOKSURAMADU.COM, BANGKALAN — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mendorong pengembangan Desa Kampak, Kabupaten Bangkalan, menjadi destinasi wisata edukasi petik melon melalui penerapan teknologi smart farming berbasis Internet of Things (IoT). Upaya ini diwujudkan melalui peluncuran teknologi dan pelatihan yang diikuti sekitar 18–20 petani di Greenhouse Melon Desa Kampak pada 16 September 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internal UTM Tahun 2026 bertajuk “Transformasi Desa Kampak Bangkalan menjadi Desa Wisata Edukasi Petik Melon melalui Integrasi Teknologi Smart Farming Berbasis IoT untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat Berkelanjutan”. Kegiatan ini diketuai oleh Bapak Adi Kurniawan Saputro berdasarkan kontrak nomor 302/UN46.4.1/PT.01.03/MANDIRI-ABDIMASTMN/2026.

Program ini mengintegrasikan pengembangan pertanian modern dengan potensi wisata edukasi desa. Melalui pendekatan tersebut, budidaya melon diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan produksi pertanian, tetapi juga berkembang sebagai sarana edukasi bagi pengunjung untuk mengenal proses budidaya dan pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian.

Kegiatan ini dihadiri Klebun Desa Kampak, Bapak Jupri, Ketua BUMDes Bumi Mentari Desa Kampak, Bapak Nafian, serta para petani setempat. Keterlibatan pemerintah desa, pengelola BUMDes, dan petani menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi untuk mengembangkan potensi pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ibu Monika Faswia Fahmi, dosen Teknik Elektro UTM, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Deni Tri Laksono, dosen Teknik Elektro UTM. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep smart farming berbasis IoT dan pemanfaatannya untuk mendukung pengelolaan pertanian yang lebih terukur.

Teknologi yang diperkenalkan menggunakan mikrokontroler ESP32 DevKit V1 sebagai pusat pengendali dan dilengkapi sejumlah sensor, yaitu DFRobot Industrial pH Sensor untuk mengukur tingkat keasaman larutan, DFRobot TDS Sensor untuk mengukur total padatan terlarut, float sensor untuk mendeteksi ketinggian atau keberadaan air sesuai pemasangannya, serta sensor suhu DS18B20 untuk mengukur temperatur.

Kombinasi perangkat tersebut dirancang untuk membantu pemantauan sejumlah parameter yang berkaitan dengan pengelolaan budidaya. Data sensor dapat memberikan informasi mengenai kondisi larutan dan lingkungan yang dipantau sesuai fungsi serta konfigurasi sistem.

Setelah pemaparan materi, para peserta mengikuti demonstrasi perangkat smart farming berbasis IoT di greenhouse dengan pendampingan mahasiswa Teknik Elektro UTM. Petani dapat melihat langsung perangkat yang diperkenalkan sekaligus memperoleh penjelasan mengenai fungsi sensor dan peran mikrokontroler dalam sistem pemantauan.

Klebun Desa Kampak menegaskan“Kami berharap penerapan teknologi smart farming ini dapat memberikan manfaat bagi petani Desa Kampak. Selain mendukung pengembangan budidaya melon, kami juga berharap potensi desa dapat dikembangkan menjadi wisata edukasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.”

Harapan tersebut sejalan dengan upaya memperkenalkan teknologi pertanian kepada masyarakat sekaligus mengembangkan potensi lokal. Melalui pelatihan ini, petani diharapkan memperoleh wawasan baru mengenai peluang penggunaan perangkat digital untuk membantu pengelolaan budidaya sesuai kebutuhan di lapangan.

Salah satu petani juga menyampaikan “Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan pengenalan mengenai teknologi pertanian yang dapat membantu pengelolaan budidaya melon. Kami berharap teknologi tersebut dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan membantu petani mengembangkan usaha pertanian ke depannya.”

Selain memperkenalkan teknologi, program ini bertujuan mendorong Desa Kampak menjadi destinasi wisata edukasi petik melon yang memadukan pertanian, edukasi, dan rekreasi. Pengunjung nantinya dapat mengenal proses budidaya melon sekaligus melihat penerapan teknologi smart farming dalam mendukung pertanian modern.

Pengembangan wisata edukasi ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan petani dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan layanan wisata, pemasaran hasil pertanian, serta pengembangan produk unggulan desa.

Keberlanjutan program memerlukan dukungan peningkatan kapasitas petani, pengelolaan usaha, pemeliharaan perangkat, dan partisipasi masyarakat. Melalui kolaborasi UTM, Pemerintah Desa Kampak, BUMDes Bumi Mentari, dan petani, penerapan teknologi diharapkan dapat mendukung pertanian modern sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img