Sikap Umat Islam Menghadapi Fitnah Zaman dan Konflik Dunia

Pojoksuramadu.com – Gejolak negeri-negeri Teluk telah menarik perhatian dunia hingga level negara adidaya. Palestina belum selesai, kini Iran muncul sebagai rival bagi Amerika dan Israel. Para pemimpin negara satu persatu menunjukkan sikap keberpihakannya karena begitu besar efek dari perang Iran VS AS dan israel ini bagi negara lain disamping dari sisi keamanan maupun perekonomian dengan diputusnya jalur distribusi minyak dunia oleh Iran. Seperti diketahui bersama Iran memiliki kekayaan minyak dunia dan juga nuklir.

Sebagian umat Islam mengaitkan ini dengan hadits-hadits yang dikenal menyebutkan tentang akhir zaman. Salah satunya hadits Khurasan yang dipahami bahwa lokasinya berada di sebelah utara Iran.

Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Akan keluar dari wilayah Khurasan bendera-bendera (panji) hitam, di mana tidak ada satupun yang menghalanginya hingga ia dikibarkan di wilayah Ilya (Yerusalem).”

Pada dasarnya, kabar dari Rasulullah dapat menjadi navigasi bagi umat untuk menentukan sikap. Hanya saja pendalaman hadits dan relevansinya terhadap fakta penting untuk dikaji terlebih dahulu. Adapun hadits diatas adalah dhoif, sehingga tidak kuat untuk dijadikan pijakan bersikap.

Jika dikaitkan dengan hadits-hadits lain pasukan hitam yang datang dari Khurasan, itu akan terjadi setelah munculnya imam mahdi. Imam mahdi sendiri itu didahului dengan tegaknya Daulah Islam.

Jika dikaitkan konteks hari ini, peristiwa-peristiwa itu belum terjadi. Umat masih dalam zaman yang didalamnya fitnah. Betapa banyak permasalahan yang membutuhkan juru dakwah untuk menawarkan solusi Islam yang merupakan mu’alajah musykilah dan membawa rahmat bagi seluruh alam.

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيُقْبَضُ الْعِلْمُ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيُلْقَى الشُّحُّ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ ». قَالُوا وَمَا الْهَرْجُ قَالَ « الْقَتْلُ

Artinya: “Zaman akan semakin dekat, dicabutnya ilmu, akan timbul fitnah-fitnah, dimasukkan (ke dalam hati) sifat kikir dan akan banyak al-Harj, mereka (para sahabat) bertanya: “Apakah al-Harj wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Pembunuhan”. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِيْ عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا الْأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيْلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِى أَمْرِ الْعَامَّةِ

Rasulullah SAW bersabda: “Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia. Pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhoh turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah Ruwaibidhoh itu?” Beliau menjawab: “Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan orang banyak (umat).” (HR Ibnu Majah)

Apa yang Rasulullah kabarkan diatas sungguh terjadi hari ini, tidak hanya di satu wilayah negeri tapi di seluruh belahan dunia. Pada zaman ini, Rasullullah memberikan arahan untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar terhadap berbagai problem yang terjadi.

Dari An Nu’man bin Basyir rahiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فِيهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا ، فَكَانَ الَّذِينَ فِى أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِى نَصِيبِنَا خَرْقًا ، وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا . فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا ، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا

“Perumpamaan orang yang mengingkari kemungkaran dan orang yang terjerumus dalam kemungkaran adalah bagaikan suatu kaum yang berundi dalam sebuah kapal. Nantinya ada sebagian berada di bagian atas dan sebagiannya lagi di bagian bawah kapal tersebut. Yang berada di bagian bawah kala ingin mengambil air, tentu ia harus melewati orang-orang di atasnya. Mereka berkata, “Andaikata kita membuat lubang saja sehingga tidak mengganggu orang yang berada di atas kita.” Seandainya yang berada di bagian atas membiarkan orang-orang bawah menuruti kehendaknya, niscaya semuanya akan binasa. Namun, jika orang bagian atas melarang orang bagian bawah berbuat demikian, niscaya mereka selamat dan selamat pula semua penumpang kapal itu.” (HR. Bukhari no. 2493).

Umat Islam membutuhkan kesatuan untuk melenyapkan kemungkaran yang hari ini terjadi. Karena kemungkaran sudah mencapai level negara maka diperlukan terus seruan kepada para pemimpin negeri muslim untuk menetapkan segala kebijakan berdasarkan Al-Qur’an dan Assunnah. Termasuk menyikapi pernag Iran VS Amerika Isarel, dibutuhkan negara kesatuan adidaya yang menerapkan hukum Allah secara sempurna, yang tidak lain adalah Daulah Islam, Khilafah Islamiyah.

Rasulullah SAW bersabda

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan al-Bazar)

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img