Harga – Harga Meroket, Apa Kabar Dapur Ibu?

Hari Senin, tanggal 18 Mei 2026 lalu ada pembahasan menarik di RRI Sampang seputar kenaikan harga-harga bahan kebutuhan pokok di masyarakat. Fakta-faktanya bisa kita temukan bersama. Misalnya LPG yang naik dari 18.000 rupiah menjadi 20.000 rupiah, bahkan pernah sampai sekitar 4 hari tidak ada pengiriman.

Beras juga naik dari 14.000 rupiah menjadi 16.000 rupiah per kilonya, ini seperti beras merk Paus. Gula per kilo yang awalnya 18.000 rupiah kini mencapai 20.000 rupiah. Ada lagi kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan penjual jajanan anak yaitu plastiK.

Seorang bapak penjual cilok yang biasanya beli dengan harga 3.000 rupiah terkejut saat penjual mengatakan kalau naik menjadi 5.000 rupiah. Tentu ini berdampak pada penjualan Bapak tersebut.

Ada setidaknya 4 faktor yang menjadi penyebab meroketnya harga barang-barang kebtuhan pokok tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut:
Pertama, perang yang terjadi antara AS-Israel VS Iran. Akibat dari perang ini, selat Hormuz yang menjadi jalur penting ditribusi minyak dunia ditutup oleh Iran. Kapal-kapal Indonesia yang biasa mengangkut harus berhenti beberapa hari sehingga terhambat sampai ke Indonesia.

Sedangkan minyak itu sendiri adalah bahan bakar untuk transportasi dan sangat diperlukan untuk distribusi perdagangan. Harga avtur naik lebihd ari 70 % sehingga tiket pesawat naik sekitar 13%. Dampaknya terasa sampai ke penjual menengah ke bawah yang mau tidak mau menaikkan harga jualannya karena bahan baku, kemasan, maupun biaya logistik mengalami kenaikan.

Kedua, negara Indonesia bergantung pada impor. Ternyata LPG , 70-75 % impor dari AS dan 20 % impor dari Timur Tengah. Beras sebanyak 4,51 juta ton impor dari Vietnam dan Thailand, bahkan beras Basmati dari AS. Kedelai impor dari AS sebesar 2,68 juta ton. Kmeudian daging sapi impor juga 183,1 ton dari Australia dan India. Dari AS, Ukraina, Australia, dan Kanada, Indonesia impor 11,71 ton gandum. Lalu plastik impor dari Cina dan Singapura. Jadi, impor inilah yang turut menjadi penyebab kenaikan harga-harga di negara kita.

Ketiga, sistem ekonomi yang dianut Indonesia adalah kapitalisme. Sebagai negeri yang dikenal gemah ripah loh jenawi, ternyata banyak proyek-proyek privatisasi SDA di berbagai wilayah Indonesia yang dilegalkan. Tak jarang mengakibatkan kerusakan alam dan kemiskinan penduduk setempat yang mana sudah banyak pemberitaan tentang hal ini. Selain itu, ekonomi kapitalisme menjadikan penimbunan dan praktik permainan pasar kerap terjadi.

Keempat, penandatanganan ART (Agreement of Reciprocal Trade) antara Indonesia dengan AS. Ini membuat Indonesia wajib melakukan 217 hal yang justru banyak menguntungkan AS. Misalnya Indonesia mengakhiri pembatasan kempemilikan asing di sejumlah sektor, mengkahiri pembatasan kuantitatif barang asal AS, dan juga akses pasar terhadap komoditas pertanian AS. ART menunjukkan kelemahan sikap politik Indonesia sehingga berdampak pada masalah ekonomi negeri ini.

Dalam menyikapi hal ini sebagai ibu yang memastikan dapur tetap mengepul yang utama harus ditanamkan adalah mindset. Memang kondisi saat ini sangat sulit, namun kita yakin bahwa ada Allah yang maha pemberi rezeki. Keimanan kita pupuk selalu dengan menyandakan semuanya kepada Allah, yakin bahwa ketika kita beriman dan bertaqwa akan ada jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka sebagaimana dalam surat Ath-thalaq.

Dengan memahami penyebab kenaikan harga tadi, maka Ibu akan berpikir ulang terhadap isu kesetaraan gender yang menjadikan perempuan harus terjun setara bekerja dengan laki-laki untuk menyelamatkan ekonomi.

Penyebabnya bukan karena kurangnya partisipasi kerja perempuan atau pemberdayaan ekonomi perempuan, tetapi kesalahan sistem ekonomi hari ini. Adapun jika perempuan bekerja , tidaklah mengapa selama memahami perannya yang utama adalah sebagai ummun wa rabbatul bait.

Dalam kutipan surat Kartini pada Prof. Anton tanggal 4 Oktober 1902, beliau menuliskan kalimat berikut ini.

Kami memohon diupayakan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anak perempuan bukan untuk menjadi saingan bagi laki-laki tetapi menjadi ibu pendidik manusia yang pertama-tama.

Jadi, spirit perjuangan Kartini adalah memperjuangkan para ibu agar menjadi masrasatul ula. Sayangnya perjuangan Kartini dibajak oleh ide feminisme yang melahirkan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Perempuan didorong untuk memperjuangkan ‘ketimpangan gender’ dan dominasi laki-laki dengan meminta akses setara dengan laki-laki baik dalam pekerjaan. Sejatinya, perempuan dijadikan bumper kegagalan sistem ekonomi kapitalistik dan dituntut menjadi pengendali atas kemiskinan struktural hari ini.

Sesungguhnya ntuk mengatasi meroketnya harga barang adalah dengan mengembalikan pada aturan sang pencipta dan pengatur alam ini. Adalah Allah SWT yang telah menurunkan Islam sebagai jalan hidup yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Dalam pengaturan ekonomi, Islam menetapkan pelarangan privatisasi SDA sebagaimana hadits yang menyatakan bahwa rakyat berserikat pada 3 hal yaitu air, padang rumput, dan api.

Pengelolaan 3 hal ini harus diberikan manfaatnya kepada rakyattidak boleh dikuasai segelintir orang yang berkepentingan. Pengawasan pasar oleh qodli hisbah juga dilakukan untuk menegakkan kestabilan harga pasar.

Terkait pemenuhan kebutuhan hidup perempuan, para Ibu khususnya, Islam menetapkan suami sebagai qowwam yang bertanggung jawab. Negara wajib untuk menyediakan lapangan pekerjaan agar tetap bisa memberi nafkah dengan layak. Jika tidak ada suami atau wali maka negara bertanggung jawab atas kesejahteraan perempuan dengan dana di baitu mal. Dengan mekanisme ini, para Ibu dapat menjalankan perannya sebagai ummun wa rabbatul bait dan madrasatul ula dengan sebaik-baiknya.

Oleh karena itu, untuk semua para Ibu , para perempuan semuanya mari kita bersama menguatkan mindset dan terus membekali diri dengan pemahaman yang benar. Kepedulian diantara kita perlu untuk ditingkatkan untuk menjaga kesehatan mental para Ibu. Tak lupa pula untuk saling berbagi ketika ada kelebihan rezeki untuk meringankan kesulitan para Ibu yang membutuhkan. Semoga ekonomi negeri ini segera bangkit dengan pengaturan sistem ekonomi yang benar. []

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img