Pojoksuramadu.com – Media terkemuka di Qatar, Al Jazeera, melaporkan investigasi khusus di jalur Gaza. Laporan tersebut berjudul “The Rest of History” .
Ini adalah ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan bahwa semua orang sudah tahu apa yang terjadi berikutnya.
Walau sudah terbentuk Board of Peace yang katanya dibentuk untuk solusi perdamaian di Gaza, nyatanya Isarel masih saja melakukan serangan brutalnya dan dibiarkan oleh Amerika.
Dalam laporan Senin, 9 Februari 2026 itu, ditunjukkan bahwa Israel telah menggunakan senjata terlarang jenis termal (thermal weapons) dipasok oleh Amerika Serikat, yang menyebabkan ribuan jasad warga Palestina menguap tanpa sisa.
Sebagaimana yang dilansir cnnindonesia.com, 14/2/2026, panas yang dihasilkan senjata ini mencapai 3.500 derajat Celcius dan saat diledakkan mengakibatkan tubuh manusia hancur seketika atau meleleh sepenuhnya, sehingga tidak meninggalkan jejak jenazah sama sekali untuk diidentifikasi maupun dimakamkan.
Perlu diketahui, hukum internasional melarang keras penggunaan senjata jenis thermal weapons tersebut.
Al Jazeera menyebut bahwa investigasi khusus mereka mendokumentasikan sedikitnya 2.842 warga Palestina diklasifikasikan ‘evaporated’ atau ‘menguap’, tanpa meninggalkan sisa-sisa selain percikan darah atau fragmen kecil daging.
Seperti yang dialami seorang ibu Bernama Yasmin Maharani yang tidak dapat tidak dapat menemukan jenazah putranya, Saad, setelah mencari terus menerus di reruntuhan sekolah al-Tabin di area Gaza City yang hancur akibat gempuran Israel pada 10 Agustus 2024 lalu.
Penggunaan senjata termobarik oleh Israel menunjukkan kebiadaban modern yang sangat tidak berperikemanusiaan.
Ini adalah genosida yang disokong negara adidaya dan didiamkan oelh negara-negara muslim lainnya, apalagi ditambah bayar iuran untuk Board of peace yang semakin melanggengkan genosida ini.
Banyak dari kalangan perrempuan dan anak-anak menjadi korban. Mereka adalah generasi umat ini yang perannya begitu besar untuk melahirkan generasi.
Meski banyak sudah media di seluruh dunia yang memberitakan banyaknya korban, kebrutalan yang dilakukan Isarel, dan menunjukkan adanya pelanggaran HAM, namun tidak ada perubahan. Tidak ada yang mampu mengentikan Amerika dan anaknya, Israel.
Secara sudut pandang keimanan maupun kemanusiaan , apa yang dilakukan Israel tidaklah bisa dimaklumi dan sebatas retorika perdamaian. Berbagai kerusakan telah dilakukan. Dibutuhkan kesatuan umat dalam langkah jihad yang diserukan oleh pemimpin negeri muslim untuk menghentikannya.
Tidak sebatas menjadi pasukan perdamaian yang menyaksikan genosida , melaporkan jumlah korban, tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak diberi otoritas untuk berjihad oleh pemerintah yang mengirimnya meski ada sebagaian yang dikrimkan adalah ornag-orang yang Mukhlis ingin berjihad.
Dalam Islam, memerangi kaum telah memerangi bahkan membantai kaum muslimin adalah wajib. Tidak boleh ada upaya untuk berdamai, mengalah, apalagi memberikan jalan bagi Israel untuk menguasai negeri-negeri kaum muslimin.
وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas. (QS Al Baqarah: 190)
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. (QS. Al Baqarah: 193)
Jihad membutuhkan kesatuan dan kekuatan kaum muslim. Jumlah kaum muslim sebenarnya sangat banyak dan gelombang kesadaran untuk bersatu sudah nampak. Hanya satu kunci yang harus dilakukan, yakni berdakwah kepada penguasa negeri muslim untuk menyatukan negeri-negeri kaum muslim dalam satu kesatuan, yakni Khilafah dan satu imam, yakni khalifah. Kemudian khalifah akan menyerukan jihad untuk menghentikan kejahatan Israel dan antek-anteknya di palestina maupun negeri yang lainnya.
Oleh karenanya, tegaknya kepemimpinan Islam ini sangat dibutuhkan saat ini untuk menyatukan kekuatan kaum muslimin seluruh dunia. Perjuangan untuk menegakkan sistem Islam dan kepemimpinan Islam sangat urgen dilakukan oleh umat Islam, khususnya jamaah kaum muslim. [Naila]


