Pojoksuramadu.com, SAMPANG – Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) menyoroti pelaksanaan pembangunan proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sampang. Organisasi tersebut menilai proyek yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat desa itu belum sepenuhnya melibatkan tenaga kerja lokal.
Ketua Formasa, Imam Baidowi, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan proyek di sejumlah lokasi. Dari hasil pengamatan tersebut, Formasa menemukan adanya dugaan penggunaan pekerja dari luar Kabupaten Sampang, khususnya pada pekerjaan pengelasan rangka atap.

Menurut Imam, saat melakukan pengecekan di lapangan, pihaknya memperoleh informasi bahwa salah seorang pekerja las berasal dari Kabupaten Pasuruan. Temuan itu, kata dia, menimbulkan pertanyaan karena Sampang dinilai memiliki banyak tenaga kerja dengan kemampuan serupa.
Ia mengaku sempat meminta penjelasan terkait alasan penggunaan pekerja dari luar daerah. Namun, alasan mengenai adanya standar khusus dalam pengerjaan proyek yang disampaikan pekerja tersebut dinilai belum memberikan kejelasan.
Formasa pun mempertanyakan mekanisme perekrutan tenaga kerja dalam proyek tersebut. Imam menilai proses rekrutmen perlu dilakukan secara terbuka agar tidak memunculkan dugaan adanya pengondisian dalam penentuan pekerja.
Menurutnya, keberadaan program KDKMP seharusnya tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. Karena itu, potensi tenaga kerja lokal diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga manfaat ekonomi proyek dapat dirasakan langsung oleh warga Sampang.
Di sisi lain, Komandan Kodim 0828/Sampang, Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar, membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan proyek tetap mengutamakan tenaga kerja asal Kabupaten Sampang.
Menurut Dika, pekerja yang terlibat dalam pembangunan KDKMP berasal dari daerah setempat, sehingga tudingan mengenai dominasi pekerja dari luar daerah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Perbedaan pernyataan antara Formasa dan pihak pelaksana proyek tersebut menjadi perhatian publik. Hingga kini, kedua pihak tetap mempertahankan pandangan masing-masing terkait keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pembangunan KDKMP di Kabupaten Sampang.


