Kelompok 02 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 2025/2026 Desa Batah Timur berhasil melaksanakan program pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku usaha mikro dan kecil di Desa Batah Timur. Melalui program ini, sebanyak 7 pelaku usaha dari tiga dusun berhasil memperoleh QRIS sebagai sarana pembayaran digital yang dapat digunakan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan pendataan dan pengumpulan informasi dari para pelaku usaha yang bersedia mengikuti program pembuatan QRIS. Mahasiswa KKN kemudian membantu proses pengajuan QRIS dengan mengumpulkan data yang diperlukan serta mendampingi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan pendaftaran.
Proses pembuatan QRIS dilakukan melalui aplikasi bisnis milik perusahaan teknologi finansial “DANA Bisnis”. Setelah seluruh data berhasil diverifikasi dan pengajuan disetujui, QRIS diterbitkan untuk masing-masing pelaku usaha yang telah terdaftar.
Sebagai tahap akhir, tim KKN mencetak dan membagikan QRIS kepada para pelaku usaha di Desa Batah Timur. QRIS yang telah dicetak tersebut dapat langsung dipasang di lokasi usaha sehingga pelanggan memiliki alternatif metode pembayaran non-tunai yang lebih praktis dan mudah digunakan.
QRIS merupakan standar kode pembayaran nasional yang dikembangkan oleh untuk memudahkan transaksi digital. Dengan satu kode QR, pelaku usaha dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital maupun layanan perbankan yang mendukung QRIS. Kehadiran QRIS diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengikuti perkembangan sistem pembayaran digital yang semakin banyak digunakan oleh masyarakat.
Salah satu pelaku usaha penerima QRIS mengaku terbantu dengan adanya program pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN. Menurutnya, proses pengajuan QRIS yang sebelumnya belum dipahami menjadi lebih mudah karena seluruh tahapan pendaftaran hingga pencetakan kode QR dibantu oleh tim KKN.
“Sebelumnya saya belum memiliki QRIS dan belum memahami cara membuatnya. Alhamdulillah, dengan bantuan mahasiswa KKN sekarang usaha saya sudah memiliki QRIS sendiri. Semoga bisa memudahkan pelanggan saat berbelanja,” ujar salah satu pelaku usaha penerima manfaat program.
Program pendampingan pembuatan QRIS ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Kelompok 02 KKN Desa Batah Timur dalam mendukung digitalisasi usaha mikro dan kecil di desa. Dengan berhasil diterbitkannya QRIS untuk 7 pelaku usaha, diharapkan para pelaku usaha dapat memberikan kemudahan transaksi kepada pelanggan serta meningkatkan kualitas layanan usaha yang dimiliki. Melalui program ini, mahasiswa KKN juga berharap pemanfaatan teknologi digital dapat semakin berkembang di lingkungan usaha masyarakat Desa Batah Timur sehingga mampu meningkatkan daya saing dan mendukung pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.


