kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Jembatan Perintis Garuda Resmi Difungsikan, Hubungkan Dua Desa di Ambunten

SUMENEP Pojoksuramadu.com – Warga Kecamatan Ambunten kini memiliki akses yang lebih mudah setelah Jembatan Perintis Garuda resmi dioperasikan. Jembatan gantung sepanjang 40 meter tersebut menghubungkan Desa Ambunten Tengah dengan Desa Ambunten Timur, sehingga memangkas waktu perjalanan yang selama ini menjadi kendala masyarakat.

Sebelum jembatan dibangun, warga harus mengambil jalur memutar untuk mencapai desa di seberang sungai. Bahkan ketika musim kemarau tiba, tidak sedikit masyarakat yang memilih menyeberangi aliran sungai secara langsung demi menghemat waktu tempuh.

Peresmian jembatan dilaksanakan pada Jumat (3/7) dan dihadiri Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta pemerintah desa setempat.

Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, menyambut baik hadirnya infrastruktur tersebut. Menurutnya, keberadaan Jembatan Perintis Garuda akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar aktivitas sehari-hari.

Ia menilai akses yang lebih cepat tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi serta memudahkan para pelajar menuju sekolah.

Zainal berharap pembangunan jembatan serupa dapat terus dilanjutkan di wilayah lain yang masih mengalami keterbatasan akses penghubung. Dengan begitu, konektivitas antardesa di Kabupaten Sumenep akan semakin baik dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir mengatakan Jembatan Perintis Garuda memiliki makna lebih dari sekadar sarana transportasi. Menurutnya, jembatan tersebut menjadi simbol yang mempererat hubungan dua desa yang sebelumnya dipisahkan oleh sungai.

Ia menjelaskan pembangunan jembatan berhasil diselesaikan dalam waktu 89 hari, lebih cepat dari target penyelesaian selama 92 hari.

Kohir berharap masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan jembatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia menyebut kedua desa memiliki potensi yang saling melengkapi, yakni sektor hasil laut di satu wilayah dan sektor pertanian di wilayah lainnya, sehingga distribusi hasil produksi akan menjadi lebih mudah.

Selain itu, akses pendidikan juga diperkirakan semakin meningkat. Jika sebelumnya pelajar membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk mencapai desa seberang melalui jalur memutar, kini perjalanan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari satu menit.

Menurut Kohir, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membuka keterisolasian wilayah sekaligus meningkatkan akses dasar masyarakat di daerah yang selama ini terkendala oleh kondisi geografis. Ia menegaskan program pembangunan jembatan akan terus dilaksanakan di berbagai wilayah yang masih membutuhkan sarana penghubung agar mobilitas masyarakat semakin lancar.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img