Kelompok 24 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 2025/2026 Desa Banban melaksanakan program edukasi dan praktik penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bagi siswa SDN Banban pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 49 siswa mulai dari kelas II hingga kelas VI dengan tujuan mengenalkan pentingnya tanaman obat keluarga, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, serta meningkatkan minat siswa terhadap sektor pertanian sejak usia dini.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian TOGA, manfaat tanaman obat bagi kesehatan dan lingkungan, serta pengenalan tiga jenis tanaman obat, yaitu jahe, kunyit, dan serai. Selain mengenalkan manfaat masing-masing tanaman, mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan mengenai media tanam yang digunakan serta cara menanam tanaman obat dengan benar. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui tanya jawab sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan antusias.
Setelah sesi edukasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif bertajuk “Petualangan Mencari TOGA”. Dalam permainan tersebut, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan petunjuk mengenai ciri-ciri tanaman obat yang harus mereka temukan di lingkungan sekolah. Permainan ini bertujuan mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan sekaligus melatih kerja sama, ketelitian, dan kemampuan mengenali tanaman obat secara langsung.
Usai permainan, mahasiswa KKN mengumumkan kelompok pemenang sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat siswa selama mengikuti kegiatan. Selanjutnya, mahasiswa memberikan demonstrasi mengenai cara mencampurkan media tanam dan teknik penanaman bibit TOGA ke dalam polybag. Setelah itu, seluruh siswa mempraktikkan secara langsung penanaman bibit jahe, kunyit, dan serai dengan pendampingan dari mahasiswa KKN.

Hasil penanaman kemudian diletakkan di depan kelas masing-masing agar dapat dirawat secara berkelanjutan oleh siswa dan guru. Melalui kegiatan praktik ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai tanaman obat keluarga, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam menanam serta merawat tanaman sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
Selain kegiatan edukasi TOGA, Kelompok 24 KKN Desa Banban juga melaksanakan program “Satu Anak Satu Tanaman” bersama siswa kelas I SDN Banban. Pada kegiatan tersebut, setiap siswa menanam satu bibit pohon di lingkungan sekolah sebagai upaya menanamkan kebiasaan menjaga dan mencintai lingkungan sejak usia dini.
Kepala SDN Banban, Bapak Junaidi, menyampaikan apresiasinya terhadap program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masa depan Desa Banban karena mampu mengenalkan dunia pertanian kepada siswa sejak dini.
“Kami mendukung penuh kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN karena program ini sangat bermanfaat bagi masa depan Desa Banban. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengenal tanaman obat sekaligus meningkatkan minat mereka terhadap sektor pertanian sejak usia dini,” ujarnya.
Program edukasi dan praktik penanaman TOGA ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata Kelompok 24 KKN Desa Banban dalam mendukung pendidikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Enung Siti Nurhidayah, sebagai bagian dari upaya mahasiswa dalam memberikan edukasi yang aplikatif kepada masyarakat. Melalui program ini diharapkan siswa mampu memahami manfaat tanaman obat keluarga, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta termotivasi untuk terus menjaga dan memanfaatkan tanaman sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.


