Pojoksuramadu.com, Pamekasan – Program Pengabdian kepada Masyarakat yang bertajuk “Penguatan Peternak dan Petani di Desa Binaan Rek kerrek, Madura melalui Paket Manajemen Pakan Ilmiah Terukur Sapi Madura (GFP-Prototipe Pakan-SIM) dan Hilirisasi Bioslurry menjadi Kompos” di Desa Rek Kerrek saat ini tengah melaksanakan observasi lokasi calon demplot penanaman buncis menggunakan sistem irigasi drip di Dusun Gunung Tangis, Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hibah Pemberdayaan Desa Binaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Diktisaintek) Tahun 2026 yang diketuai oleh Andrie Kisroh Sunyigono, S.P., M.P., Ph.D. dari Universitas Trunodjoyo Madura. Tim pelaksana terdiri atas Prof. Ir. Bambang Suwignyo, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Eko Setiawan, SP., MSi., dan Sri Ratna Triyasari, S.P., M.P., dari Universitas Trunodjoyo Madura.
Kegiatan observasi ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Rek Kerrek yang dipimpin oleh Kepala Desa Fadhil, S.Sos. Pemerintah desa berkomitmen memfasilitasi pelaksanaan program mulai dari penyediaan lahan, koordinasi dengan kelompok tani, hingga pendampingan selama implementasi kegiatan sehingga program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada tahap penerapan teknologi, sistem irigasi drip akan didampingi secara langsung oleh Ir. Khamdi Mubarok, S.T., M.T., dosen Teknik Mesin Universitas Trunodjoyo Madura. Pendampingan tersebut meliputi perancangan sistem, instalasi jaringan irigasi, pengaturan debit air, hingga pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan sistem kepada kelompok tani agar teknologi dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan.

Observasi lapangan dilakukan untuk menilai kesesuaian lokasi demplot, meliputi kondisi lahan, ketersediaan sumber air, karakteristik tanah, serta aspek teknis lainnya yang mendukung penerapan sistem irigasi drip. Hasil observasi ini akan menjadi dasar dalam penyusunan desain demplot sekaligus menentukan kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan.

Tahapan Selanjutnya, Setelah proses observasi selesai, kegiatan akan dilanjutkan dengan penyusunan desain teknis irigasi drip, pembangunan demplot, pemasangan instalasi irigasi, penanaman buncis, serta pendampingan budidaya hingga masa panen. Selanjutnya, tim pengabdian akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pertumbuhan tanaman, efisiensi penggunaan air, produktivitas hasil, serta tingkat adopsi teknologi oleh petani.
Melalui program ini diharapkan sistem irigasi drip mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air, menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas budidaya buncis untuk mendukung MBG desa.


